![]() |
| Rivina Humilis |
Bagi orang-orang yang masa kecilnya suka bermain di luar rumah atau outdoor, kemungkinan pernah melihat tumbuhan liar yang satu ini. Namanya latinnya adalah Rivina Humilis, tetapi para bocah di daerah saya sering menyebutnya dengan nama Getih-getihan.
Di Indonesia pun tumbuhan Getih-getihan ini cukup sering ditemui. Bahkan di halaman rumah saya, flora ini tumbuh dengan sendirinya. Biasanya ia tumbuh di spot-spot yang agak tesembunyi. Misalnya diantara semak yang rimbun, atau merambat di bawah pohon yang agak besar. Kadang dapat ditemukan di dekat tumbuhan lateng yang suka bikin gatal. Pokoknya tumbuhan ini bagaikan hidden gem.Nama Getih-getihan memang cocok untuk menggambarkan tumbuhan ini yang mana buahnya berwarna merah darah. Warna merahnya sangat menggoda, mirip seperti buah beri hanya saja lebih mungil sebesar upil. Di beberapa daerah, tumbuhan ini juga akrab disebut beri darah.
Kalau ketemu dengan buah Getih-getihan ini pasti bocil-bocil akan tergoda untuk memetiknya. Meskipun tampilan buahnya sangat merekah nan seksi, jangan sesekali berkeinginan memakannya. Karena tidak ada yang berani menjamin kamu akan baik-baik saja setelah memakan buah Getih-getihan. Meskipun buah itu sering dimakan burung-burung, tetapi belum tentu aman untuk manusia tanpa diolah lebih lanjut. Lagi pula, siapa juga yang mau makan makanan yang tak lazim seperti itu?
Tumbuhan liar Rivina Humilis ini adalah bahan prank yang sangat legendaris di daerah saya. Ketika buahnya kita petik dan pecahkan di atas kulit kita, maka akan mengeluarkan cairan merah seperti darah-darahan. Kemudian kita hanya perlu acting kesakitan untuk meyakinkan korban prank bahwa kita punya luka berdarah.
Prank dengan buah Getih-getihan bisa menjadi ide yang lucu. Apalagi jika targetnya adalah para bocil yang masih polos. Mereka pasti akan percaya sambil melongo mengira kita benar-benar berdarah.
Setelah dewasa, rasa keingintahuan saya terhadap buah Getih-getihan ini terobati berkat bantuan Mbah Google. Mungkin belum banyak yang mengetahui kalau tumbuhan ini bisa digunakan sebagai obat. Saya pun tak menyangka bahwa nyatanya tumbuhan ini diam-diam menghanyutkan. Pasalnya keberadaan tumbuhan ini seringkali diabaikan oleh orang-orang awam.
Berdasarkan Journal of Science and Applicative Technology – Institut Teknologi Sumatera Vol. II (2018) tumbuhan Buah tanaman Rivina humilis diklaim memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri gram negatif yaitu E Coli dan Klebsiella Pneumoniae. Selain itu, pada Journal of the chemical society of Pakistan (2013) juga terungkap bahwa ekstrak tumbuhan tersebut menunjukkan potensi antibakteri, anti jamur, dan antioksidan.
![]() |
| Rivina Humilis bisa dimanfaatkan sebagai obat |
Memang cairan yang terkandung dalam buahnya mirip seperti warna obat betadine, tetapi bukan hanya buahnya saja yang dimanfaatkan sebagai obat. Bahkan daunnya dan akarnya pun bisa jadi obat.
Salah satu contoh adalah ketika mendapat luka maka daun Rivina Humilis bisa digunakan untuk penyembuh. Caranya adalah dengan menumbuk beberapa helai daun hingga menjadi pasta. Kemudian pasta tersebut dibalurkan ke luka.
Tidak hanya sebagai obat, di beberapa negara katanya Rivina Humilis juga dibudidayakan sebagai tanaman hias. Padahal saya sendiri tidak menganggap kalau tanaman ini estetik. Selain hanya tampilan buahnya yang mengkilap, bagi saya tumbuhan ini malah terlihat seperti semak yang harus segera dicabut.
Saya pun sempat kaget ternyata ada orang yang menjual tumbuhan ini di online shop dengan harga yang cukup mahal. Juga sudah ada beberapa orang yang membeli. Mungkin jika saya punya jiwa bisnis, saya juga akan membudidayakan tanaman ini untuk dijual. Sayangnya jiwa mager saya lebih dominan.


Komentar